Sabtu, 12 April 2014

Ya Allah, 
kami tahu betapa berat kami
Harus menyelesaikan sekolah tiga tahun
Hanya dengan UN 3 hari saja
Apakah ini adil?
Atau sebuah kedzaliman?


Kuatkanlah kami

Bimbinglah kami

Menyelesaikan ujian sesuai petunjukMu

Ya Allah
Engkau membocorkan

Rahasia dan kunci menuju surga

Melalui wahyu dan utusanMu



Salahkah bila kami

Mengharap bocoran UN dari Mu?

Kami tahu, bocoran itu bisa saja curang

Kami tidak mengharap bocoran curang

Kami berharap sepenuh hati bocoran cerdik

Bocoran yang mendidik



Lindungilah kami dari kecurangan

Bimbinglah kami dalam kecerdikan

Lancarkan dan luluskan kami

dalam menyelesaikan UN 2014

Amin.. Amin... Amin

Rabu, 26 Februari 2014

Cerpen kemanusiaan

Tema : Kemanusiaan

Kisah keluarga miskin

Kisah ini berawal berawal dari seorang anak yang bernama Dina Fitriyani. Ia lahir di tahun 1983 dari sebuah tempat di pinggiran kota jakarta. Ayahnya hanya seorang pedagang kaki lima dengan penghasilan yang amat pas-pasan. Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang tak kenal letih membesarkan dan mendidik anaknya dengan penuh kesederhanaannya. Dina memang tak seberuntung dengan anak-anak lainnya, ia terlahir dari keluarga yang kurang mampu, walaupun dina terlahir dari keluarga yang kurang mampu tapi ia tidak mematahkan semangat belajarnya. Kini dina duduk dikelas 5 SD. Dina memiliki dua orang adik.
Adiknya yang pertama duduk di bangku kelas 1 SD bernama irwan dan adiknya yang kedua yang masih kecil bernama weny. dari kecil Dina selalu membantu kedua orang tuanya dan dina termasuk anak yang disiplin dalam melakukan segala sesuatu entah disiplin dalam belajar ataupun displin dalam memanfaatkan waktu. Dina memiliki bakat bernyanyi, ia sangat gemar dalam bernyanyi sampai-sampai dalam melakuan segala sesuatu dina selalu bernyanyi, dan dina memiliki cita-cita menjadi seorang penyanyi bahkan dina pernah mengikuti lomba menyanyi yang di adakan disekolah.
Disekolah Dina termasuk anak yang rajin, dina memiliki semangat belajar yang tinggi, disekolah pun dina mempunyai banyak teman dan disenangi oleh guru setiap pulang sekolah dina selalu membantu orang tuanya, setiap membantu orang tuanya dina selalu memanfaatkan waktu sambil belajar, setelah membantu orangtuanya dina langsung menyiapkan buku pelajaran yang harus di bawa besok.
Dina tetap semangat dalam belajar hingga ia masuk di SMP Negri, dengan memiliki semangat yang tinggi dalam belajar, dina sama saja meringankan beban kedua orangtuanya karna kalau sekolah-sekolah negri tidak di pungut uang bayaran. Semenjak smp dina memiliki pekerjaan baru karna disekolahnya setiap sabtu hanya diisi kegiatan ekstrkurikuler dina sambil berjualan makanan ringan dan setiap dina berjualan selalu habis dagangannya. Uang yang dina dapat juga luman kebutuhan untuk keperluan sehari-hari.
Saat dina memasuki SMP kelas 3 ayah dina meninggal dunia karna terkena penyakit jantung, ayahnya sempat berpesan “kalau kita ingin sukses pasti akan banyak tantangan yang harus kita hadapi jadi kita harus menyelesaikan semua tantangan janganlah menyerah selagi kita bisa hadapi, tuhan selalu menguji umatnya dengan kemampuan umatnya”.
Saat itu dina semakin giat untuk belajar dan meraih cita-citanyna. Sedangkan ibunya harus susah payah membiayai anak-anaknya, kini setiap pagi ibunya berdagang nasi uduk. Ibu dina selalu bangun sebelum matahari terbit untuk membuat nasi uduk dan sorenya membuat kue ditengah kesibukan dina selalu membantu ibunya, dina tak kenal lelah untuk membantu.
Memasuki SMA, dina makin sering menghabiskan sisa waktunya diluar, biasanya setiap pulang sekolah dina selalu ngamen di setiap rumah makan satu kerumah makan lainnya. Karena dina memiliki bakat bernyanyi makanya dina memilih kerja sampingan ini. Setiap hari ia jalani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dina dan keluarganya.
Saat ini dina sedang sibuk-sibuknya karna dina sudah masuk kelas 3 SMA. Kini dina paling banyak memanfaatkan waktunya disekolah karena banyak materi-materi sekolah yang harus di pelajari untuk mengahadapi ujian. di sekolah dina sering sekali mendapatkan tugas sekolah, dina sangat rajin mengerjakan tugasnya tetapi, teman-teman dina ada saja yang malas untuk mengerjakan tugas sekolah. Teman-teman dina kadang menyuruh untuk mengerjakan tugas dan dina mendapatkan upah lelahnya, dina tidak keberatan selain menolong temannya, dina mendapatkan pengetahuan lebih dan hasil upah lelahnya untuk kebutuhan keluarganya. 
Setelah beberapa bulan telah di lewati dina akhirnya, dina melaksanakan ujian dengan baik. Setelah Ujian selesai dan tinggal menunggu hasilnya dina kembali melanjutkan pekerjaan sampingannya tetapi kali ini dina menyanyi dari kafe ke kafe hasilnya pun lumayan dari yang sebelumnya. Hari demi hari ia jalani dengan bermodalkan suara untuk mencukupi kebutuhan ibu dan adik-adiknya. 
Setelah beberapa bulan itu telah dina lewati akhirnya dina lulus dengan hasilnya yang memuaskan, kini dina memilih untuk kerja karna jika dina kuliah dina tidak punya dana, biarkan dina membantu adik-adiknya membiayai sekolahnya sampai setinggi mungkin.

Dapat disimpulkan bahwa di zaman yang sekarang ini masih ada orang-orang yang kurang mampu tetapi mereka tetap memiliki semangat yang tinggi dan terus berusaha mencari uang. seorang anak rela bekerja demi membantu seorang ibu dan adiknya. Berbeda dengan orang yang mampu banyak sekali anak-anak penerus bangsa sekarang yang menghabiskan uang kedua orangtuanya dengan berfoya-foya tanpa memikirkan masa depannya.

"Tulisan ini didedikasikan untuk segenap masyarakat Jakarta dan Vera Febyanthy"