Tema :
Kemanusiaan
Kisah keluarga miskin
Kisah ini berawal berawal dari seorang anak yang bernama Dina
Fitriyani. Ia lahir di tahun 1983 dari sebuah tempat di pinggiran kota jakarta.
Ayahnya hanya seorang pedagang kaki lima dengan penghasilan yang amat
pas-pasan. Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang tak kenal letih
membesarkan dan mendidik anaknya dengan penuh kesederhanaannya. Dina memang tak
seberuntung dengan anak-anak lainnya, ia terlahir dari keluarga yang kurang
mampu, walaupun dina terlahir dari keluarga yang kurang mampu tapi ia tidak
mematahkan semangat belajarnya. Kini dina duduk dikelas 5 SD. Dina
memiliki dua orang adik.
Adiknya yang pertama duduk di bangku kelas 1 SD bernama irwan dan
adiknya yang kedua yang masih kecil bernama weny. dari kecil Dina selalu
membantu kedua orang tuanya dan dina termasuk anak yang disiplin dalam
melakukan segala sesuatu entah disiplin dalam belajar ataupun displin dalam
memanfaatkan waktu. Dina memiliki bakat bernyanyi, ia sangat gemar dalam
bernyanyi sampai-sampai dalam melakuan segala sesuatu dina selalu bernyanyi,
dan dina memiliki cita-cita menjadi seorang penyanyi bahkan dina pernah
mengikuti lomba menyanyi yang di adakan disekolah.
Disekolah Dina termasuk anak yang rajin, dina memiliki semangat
belajar yang tinggi, disekolah pun dina mempunyai banyak teman dan disenangi
oleh guru setiap pulang sekolah dina selalu membantu orang tuanya, setiap
membantu orang tuanya dina selalu memanfaatkan waktu sambil belajar, setelah
membantu orangtuanya dina langsung menyiapkan buku pelajaran yang harus di bawa
besok.
Dina tetap semangat dalam belajar hingga ia masuk di SMP Negri,
dengan memiliki semangat yang tinggi dalam belajar, dina sama saja meringankan
beban kedua orangtuanya karna kalau sekolah-sekolah negri tidak di pungut uang
bayaran. Semenjak smp dina memiliki pekerjaan baru karna disekolahnya setiap
sabtu hanya diisi kegiatan ekstrkurikuler dina sambil berjualan makanan ringan
dan setiap dina berjualan selalu habis dagangannya. Uang yang dina dapat juga
luman kebutuhan untuk keperluan sehari-hari.
Saat dina memasuki SMP kelas 3 ayah dina meninggal dunia karna
terkena penyakit jantung, ayahnya sempat berpesan “kalau kita ingin sukses
pasti akan banyak tantangan yang harus kita hadapi jadi kita harus
menyelesaikan semua tantangan janganlah menyerah selagi kita bisa hadapi, tuhan
selalu menguji umatnya dengan kemampuan umatnya”.
Saat itu dina semakin giat untuk belajar dan meraih cita-citanyna.
Sedangkan ibunya harus susah payah membiayai anak-anaknya, kini setiap pagi
ibunya berdagang nasi uduk. Ibu dina selalu bangun sebelum matahari terbit
untuk membuat nasi uduk dan sorenya membuat kue ditengah kesibukan dina selalu
membantu ibunya, dina tak kenal lelah untuk membantu.
Memasuki SMA, dina makin sering menghabiskan sisa waktunya diluar,
biasanya setiap pulang sekolah dina selalu ngamen di setiap rumah makan satu
kerumah makan lainnya. Karena dina memiliki bakat bernyanyi makanya dina
memilih kerja sampingan ini. Setiap hari ia jalani untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya dina dan keluarganya.
Saat ini dina sedang sibuk-sibuknya karna dina sudah masuk kelas 3
SMA. Kini dina paling banyak memanfaatkan waktunya disekolah karena banyak
materi-materi sekolah yang harus di pelajari untuk mengahadapi ujian. di
sekolah dina sering sekali mendapatkan tugas sekolah, dina sangat rajin
mengerjakan tugasnya tetapi, teman-teman dina ada saja yang malas untuk
mengerjakan tugas sekolah. Teman-teman dina kadang menyuruh untuk mengerjakan
tugas dan dina mendapatkan upah lelahnya, dina tidak keberatan selain menolong
temannya, dina mendapatkan pengetahuan lebih dan hasil upah lelahnya untuk
kebutuhan keluarganya.
Setelah beberapa bulan telah di lewati dina akhirnya, dina
melaksanakan ujian dengan baik. Setelah Ujian selesai dan tinggal menunggu
hasilnya dina kembali melanjutkan pekerjaan sampingannya tetapi kali ini dina
menyanyi dari kafe ke kafe hasilnya pun lumayan dari yang sebelumnya. Hari demi
hari ia jalani dengan bermodalkan suara untuk mencukupi kebutuhan ibu
dan adik-adiknya.
Setelah beberapa bulan itu telah dina lewati akhirnya dina lulus
dengan hasilnya yang memuaskan, kini dina memilih untuk kerja karna jika dina
kuliah dina tidak punya dana, biarkan dina membantu adik-adiknya membiayai sekolahnya
sampai setinggi mungkin.
Dapat disimpulkan bahwa di zaman yang sekarang ini masih ada
orang-orang yang kurang mampu tetapi mereka tetap memiliki semangat yang tinggi
dan terus berusaha mencari uang. seorang anak rela bekerja demi membantu
seorang ibu dan adiknya. Berbeda dengan orang yang mampu banyak sekali anak-anak penerus
bangsa sekarang yang menghabiskan uang kedua orangtuanya dengan berfoya-foya
tanpa memikirkan masa depannya.
"Tulisan ini didedikasikan untuk segenap masyarakat Jakarta dan Vera Febyanthy"